Pendidikan Sebagai Ilmu dan Seni

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan melaksanakan pendidikan seorang pendidik harus mampu mengetahui study dan ilmu pendidikan karena dengan itu maka seseorang itu akan mampu mendidik, selai itu pula pendidik juga ditekankan agar mampu menentukan cara (metode), objek serta tujuan dari pendidikan supaya tidak adanya kesalahan dalam praktek pendidikan.

Selain dari pada itu, makalah ini mempunyai latar belakang sebagai tugas bagi mahasiswa untuk mempersentasikan materi dalam mata kuliah Landasan Pendidikan secara berkelompok.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai tugas kelompok.
  2. Sebagai bahan diskusi.
  3. Sebagai penunjang dari materi yang akan disampaikan.
  4. Sebagai pengetahuan untuk mempersiapakan mahasiswa dan mahasiswi terkait dengan dunia pendidikan.

Selain dari pada itu, mahasiswa dituntut untuk mencari sumber lain yang relevan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Study dan Ilmu Pendidikan

Ilmu Pendidikan berfungsi sebagai landasan dan petunjuk tentang cara-cara melaksanakan pendidikan. Praktek pendidikan menuntut diaplikasikannya ilmu pendidikan, tetapi disamping itu praktek pendidikan juga sekaligus adalah seni.

Study pendidikan adalah upaya yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam rangka memahami pendidikan atau menghasilkan sistem konsep pendidikan. Terdapat beberapa metode dalam study pendidikan, yaitu :

  1. Metode Kerja Awam

Merupakan upaya memahami pendidikan dengan cara berfikir commonsense dan pengamatan (observasi) sepintas yang kurang sistematis dan teliti.

  1. Metode Ilmiah

Upaya memahami pendidikan dengan menggunakan prosedur penelitian yang cermat dan terencana atau melalui berfikir kritis dengan menggunakan logika tertentu dan pengamatan empiris yang teliti, sebagai mana dilakukan para ilmuan.

  1. Metode Filsafat

Upaya memahami pendidikan melalui berfikir reflektif sistematis, kritis radikal dan sinoptik. Untuk menghasilkan sistem gagasan pendidikan yang komperehensif dan preskiftip.

Ilmu pendidikan adalah sistem pengetahuan tentang fenomena pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian dengan menggunakan metode ilmiah.

  1. Karakteristik Ilmu Pendidikan

a)      Objek Study

Objek study ilmu meliputi berbagai hal sebatas yang dialami manusia. Setiap ilmu memiliki objek material dan objek formal tertentu, adapun objek material ilmu pendidikan adalah manusia dan objek formalnya adalah fenomena pendidikan yaitu fenomena mendidik dan fenomena yang lain yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan.

b)      Metode

Ilmu pendidikan menggunakan metode ilmiah, dengan menggunakan metode kualitatif atau metode kuantitatif. Dari kedua metode ini digunakan sesuai dengan sifat masalah dan objek penelitiannya.

c)      Isi

Isi ilmu pendidikan berupa kensep, aksioma, postulat, prinsip, hukum, teori, dan model yang disusun secara sistematis. Pada umumnya bersifat deskriftif dan objektif.

d)     Fungi

Fungsi adalah menjelaskan, memprediksi dan mengontrol. Ilmu pendidkan menggunkan ilmu-ilmu lain dalam mempelajari pendidikan. Menurut M.J Langeveld (1952) ilmu pendidikan sebagai tuan rumah sedangkan ilmu yang lain berperan sebagai tamunya.

  1. Sistematika Ilmu Pendidikan

Menutu Redja Mudyahardjo (2001), ilmu pendidikan dibagi menjadi, sebagai berikut :

  1. Ilmu Pendidikan Makro

1)      Ilmu Pendidikan Administrasi

2)      Ilmu Pendidikan Komparatif

3)      Ilmu Pendidikan Historis

4)      Ilmu Pendidikan Kependudukan

  1. Ilmu Pendidikan Mikro
    1. Ilmu Mendidik Umum yang meliputi :

a)      Pedagogik teoritis

b)      Ilmu pendidikan psikologis

c)      Ilmu pendidikan sosiologis

d)     Ilmu pendidikan antropologis

e)      Ilmu pendidikan ekonomik

  1. Ilmu Pendidikan Khusus :
    1. Ilmu Persekolahan

a)      Ilmu administrasi sekolah

b)      Ilmu administrasi kelas

c)      Ilmu kegiatan pendidikan sekolah

  • Ilmu bimbingan
  • Ilmu pengajaran (didaktik/metodek)
  • Ilmu kepelatihan
  1. Ilmu Pendidikan Luar Sekoah :

a)      Pedagogik keluarga

b)      Pedagogik Taman Kanak-kanak

c)      Ilmu pendidikan Masyarakat (andragogi)

  1. Ilmu Pendidikan Luar Biasa (orthopedagogik)

a)      Orthopedagogik fisik

b)      Orthopedagogik mental

Menurut Redja M (Depdikbud : IKIP Bandung, 1991) yang dimaksud dengan praktik pendidikan adalah seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan untuk membantu pihak lain agar mengalami perubahan tingkah laku yang diharapkan, contohnya : seorang guru yang sedang menjelaskan masalah Biologi kepada siswanya di depan kelas. Di dalam pelaksanaan praktek pendidikan harus adanya interaksi ataupun hubungan diantara pendidik dan peserta didik dalam suatu lingkungan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dengan tujuan tersebut maka seorang pendidik harus pandai memilih isi, alat dan cara (metode pendidikan) yang hendaknya sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang melekat pada peserta didik karena pada hakikatnya yang menjadi objek (sasarannya) adalah manusia bukan hewan.

  1. Hubungan antara Study dan Praktek Pendidikan
  1. Study pendidikan menjadi dasar sesuatu praktek pendidikan.
  2. Study menjadi alat untuk mencek keberhasilan praktek pendidikan sehingga dapat diketahui arah dan tujuan yang akan dicapai.
  3. Praktek pendidikan menjadi sumber bagi pelaksanaan study pendidikan.
  4. Praktek pendidikan menjadi sarana pengujian kebenaran prinsip pendidikan hasil study pendidikan.

2.2 Praktek Pendidikan Sebagai Paduan Ilmu dan Seni

  1. Pendidikan Sebagai Ilmu

Fenomena pendidikan dapat dipelajari melalui metode ilmiah yang menghasilkan ilmu pendidikan yang menjadi dasar dan petunjuk dalam praktek pendidikan. Dengan dasar Ilmu Pendidikan para pendidik dapat menyusun desain pembelajaran yang memuat tujuan, isi, metode, teknik mengajar serta evaluasinya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa praktek pendidikan merupakan aplikasi dalam ilmu pendidikan. Implikasi bahwa untuk menjadi seorang guru dapat dipelajari oleh siapapun melalui ilmu pendidikan tersebut.

  1. Pendidikan Sebagai Seni

Gilbert Highet dalam bukunya “ The art of teaching “ yang menyatakan bahwa buku ini “ Seni Mengajar ” karena beliau yakin bahwa belajar itu adalah sebuah seni bukan ilmu. Menurutnya sangatlah berbahaya mempergunakan tujuan-tujuan dan metode ilmu untuk urusan manusia sebagai individu meskipun sistem statistik sering digunakan untuk menerangkan tingkah laku manusia dalam kelompok yang besar dan suatu diagnosa ilmiah tentang struktur fisik manusia selalu sangat bermanfaat. Mengajar tidaklah seperti menimbulkan reaksi kimia tetapi lebih mirip dengan melukis sebuah gambar atau menggelar sebuah musik dengan arti bahwa di dalam mengajar itu seseorang harus melibatkan diri didalamnya dan menyadari bahwa mengajar tidak seluruhya dikerjakan berdasarkan formula-formula atau anda akan merusak sendiri pekerjaan anda dan murid-murid anda serta anda sendiri (Redja M, 1995). Dengan demikian pendapat ini sangat bertentangan dengan pendapat sebelumnya tentang pendidikan sebagai ilmu.

  1. Pendidikan Sebagai Panduan Ilmu dan Seni

Menurut A.S Neil “ mendidik dan mengajar bukanlah suatu ilmu tetapi adalah seni “. Diartikan sebagai seni adalah bagaimana kita hidup dan mengerti anak-anak seolah-olah kita menjadi seperti anak.

Menurut aliran konstruksivisme mengakui hal yang sama. Implikasi bahwa “ tugas guru adalah membantu agar siswa mampu merekonstruksi pengetahuannya sesuai dengan situasinya yang konkrit maka strategi mengajar perlu juga disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi murid. Mengajar adalah merupakan seni yang menuntut bukan hanya penguasaan teknik, melainkan juga intuisi “.

Dengan demikian pendidik memerlukan ilmu pendidikan dalam rangka memahami dan mempersiapkan suatu praktek pendidikan. Namun dalam prakteknya pendidik harus kreatif, skenario atau persiapan mengajar hanya dijadikan rambu-rambu saja, pendidik perlu melakukan improvisasi dengan harus memperhatikan karakteristik anak didik. Esensinya bahwa praktek pendidikan hendaknya merupakan perpasuan antara ilmu dan seni.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengertian antara praktek pendidikan study pendidikan hampir sama namun pada kenyatannya berbeda yaitu pada ruang lingkupnya. Praktek pendidikan memiliki tiga aspek yaitu aspek tujuan, kegiatan dan dorongan (motivasi) jadi praktek pendidikan menitikberatkan pada kegiatan sedangkan study pendidikan lebih menitikberatkan terhadap teori, dalam hal ini teori pendidikan.

Karakteristik Ilmu pendidikan antara lain : objek study, metode, isi, fungsi dan ilmu-ilmu yang lainnya. Ada beberapa manfaat study pendidikan antara lain :

  1. Study pendidikan dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengetahui arah dan tujuan yang akan dicapai.
  2. Study pendidikan berfungsi untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dalam praktek pendidikan.
  3. Study pendidikan dapat dijadikan sebagai tolak ukur sampai dimana kita telah berhasil melaksanakan tugas dalam pendidikan

Ada banyak pendapat yang mempertentangkan tentang pendidikan sebgai ilmu dan pendidikan sebagai seni. Padahal sebenarnya kedua hal itu tidak perlu dipertentangkan karena keduanya merupakan aspek yang penting dalam pendidikan dimana peran pendidik itu harus mempersiapkan praktek pendidikannya dengan baik dan dalam prakteknya itu harus kreatif dan harus melakukan improvisasi. Yang baik dengan peserta didik.

Saran

Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran seorang pendidik hendaknya harus mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari objek, metode, isi bahakan fungsinya supaya tujuan pendidikan itu bisa tercapai dengan baik dan juga dalam pendidikan itu harus dijadikan bukan hanya sebagai ilmu namun harus dijadikan sebagai seni sehingga pendidik dapat berkreasi di dalam mengajarnya, sehingga anak didik tersebut dapat merasakan kenyamanan di dalam kegiatan belajar mengajarnya dan mengindahkan rasa bosan dan jenuh dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Syarifudin, Tatang. 2007. Landasan Pendidikan. Bandung : Percikan Ilmu.

Sadulloh, Uyoh. 2007. Pilsafat Pendidikan. Bandung : Cipta Utama.

One response to “Pendidikan Sebagai Ilmu dan Seni

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s